Padapagi yang tercekam gulita Sayup masih mendayu dalam buaian Sang fajar tergegas merangkak Menyusuri dedaunan kering Berharap pulang membawa sesuap nasi (Nur Hafizqi) Puisi di atas berisi harapan yang begitu berarti bagi kehidupan. Pagi hari memang sangat erat hubungannya dengan harapan memperoleh lebih banyak rezeki.
8 Pagi yg tnp puisi, setuang kopi mencaci. Menggigit setengah roti dgengan perasaan tak kunjung terobati 9- Semilir angin di pagi buta, kerap gigilkan raga. Namun jiwa yang menyala, tak kenal lelah mengejar cinta. 10- Ini pagi yang indah untuk kau maki, hadapi saja, meski rindu membuatmu patah hati 11- Pagi mentari Hangatkanlah raga ini
Pagiyg tnp puisi, setuang kopi mencaci. Menggigit setengah roti dgengan perasaan tak kunjung terobat Karna kau terbit setiap pagi, hadir mentarimu yg selalu ku nanti, sebab ucap tak selalu memikat hati, mencoba menyusun bait bait puisi. Aku merasa dalam rindu dan terbuai dalam perasaan cinta saat ku sambut pagi dengan dinginya angin #puisipagi
DanBerikut ini adalah daftar judul puisi ucapan selamat pagi motivasi dalam kumpulan puisi pagi hari yang cerah diterbitkan Puisi pagiku; Puisi pagi; Puisi menuggu pagi; Puisi mentari pagi; Puisi sesejuk naungan pagi
Puisitentang ke indah alam . 4 Agustus 2022 13:10 Diperbarui: 4 Agustus 2022 13:10 0 0 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com. Gunung yang tinggi di atas tanah ini. Kabut putih dan cermelang Udara segara yg sejuk di pagi yg indah. Ini di sawah hijau yg senjuk. Air yg di daun sangat indah
Pdgc2J. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menghirup udara pagiMelepaskan segala pengat di dadaSaat pagi tibaMenampakkan keindahan alam semestaMembuat hati riang gembiraPagi yang sehat dan bersihEmbun yang suciMemenuhi alam rayaSemangat pagiBersama senyuman yang merekahIndah di pagi hariMenghirup udara pagi yang masih segarTerasa nikmat dari TuhanTak ternilai harga kenikmatannyaSemangat pagiSembari mendengarkan burung kutilangTerdengar indah mengalun di setiap detak dan nafasSaat burung kutilang bersuara penuh kegembiraanMenyambut pagi yang indan nan permai di hati dan jiwa Semangat pagiSemangat alam yang masih bersihBersama udara yang menampakkan keasriannyaBersama embun pagi yang masih menggumpal di dedaunan dan rantingNampak indah pagi hariMemenuhi ruang rinduPenuh dengan semangat yang terpatri Lihat Puisi Selengkapnya
Pagi merayap kelam bertudung abu-abu, selaras hati membiru, berselimut dekapan embun. Langit pagiku merah saga, di sana engkau bersemayam bersama semua harapan sejak kepergianmu, Bu. Ayah menjadi buta warna. Haru biru saat ia mengunjungi makammu. tujuh warna pelangi di langit tetap tak seindah hitam putih sepasang matamu. Puisi ini, adalah rangkum-rangkum suara yang kian renta memanggilmu. Pagi digerus hujan tanpa ampun. Nyanyian pipit tak pudar walau ditelan gemericiknya. Sabda alam terangkai syahdu hari ini. Sesekali kutafsirkan namamu disini, agar kelak mereka pahami, sajak ini lebih pedih dari takdir yang saling memunggungi. Engkau dan wujud nyatamu, adalah bentuk cinta yang tetap tinggal. Kehilanganmu, adalah lubuk terdalam dari kesepian. Engkau menanyakan kabar, aku mempertanyakan hati. Isi hati kita serupa kuncup bunga yang akan bermekaran saat tertuang menjadi kata-kata cinta kekasih, mendekatlah! akan kukatakan satu rahasia; yang hanya bisa disampaikan lewat sebuah ciuman. Pada pagi; kita pernah berbagi tawa. Bibir siapa yang pertama kali mengecap tubir cangkir kopi. untukmu dik, rindu dilayangkan, ia berupa indah kupu-kupu, penuh kilau warna, penuh riuh cinta jika dadamu tak sanggup lagi menampung anak-anak rindu, terbangkan mereka lewat doa agar sampai ke ulu hatiku. awal april ini kekasih, 4 tahun sudah kita menjalin kasih, aku ingin tetap menjadi bumi bagi hatimu hingga ujung waktu sayang, bagi setengah cangkir kopimu. Bukankah hari yang indah dimulai dengan berbagi kamu serupa deru petir di laut lepas. melihatmu hanya sekilas, tapi gemamu menggetarkan rindu sampai ke alas. aku melihat pagi, seperti sayap bidadari. menerbangkan kantuk malam hari, menjelma harapan baru pada secangkir kopi aku berteduh pada pahitnya kopi, kuseduh dengan hujan berkali-kali. embun pagi pergi, mencoba menyalakan matahari. Jika pikiran kita cukup damai untuk mendengarkan, maka Hati akan membisikan kasihnya hari ini… Pagi tiba. Di halaman yang serak daunnya belum kau sapu, kenangan tinggal di situ. Pelukmu, adalah jawaban terindah dalam bercerita tentang pertanyaan rindu, jarak dan pengobat pilunya. Pagi ini,kau, aku dan pelukan yg hilang..dikabarkan langit lewan hujan kecilnya Pagi hampir meninggi..berhenti tidurkan mimpi Dari kejauhan..sayup2 terdengar beberapa puisi dijeritkan pagi..bunyinya menyerupai letus senapan yg menyudahi mimpi pagi tak selalu perihal embun di matamu,tengoklah, langkah anak kecil yang memanen mimpi, bernyanyi di merah lampu Pagi menggeliat, terbangun dari mimpi, embun tersenyum, sekuntum mawar rekah dengan kelopak penuh goresan rindu.. Lazuardi langit pagi tetap menaungi kita, meskipun menyebut Tuhan dengan cara yang berbeda. Tak ada yang tersisa di pagi buta, selain doa yang tak mengenal jeda. Adakah yang lebih baik dari puisi pagi nona? Kecuali doa para pujangga - tentang jiwa yang merindukan cinta. Kokok ayam dan suara anak-anak mengaji di langgar kampung bersahutan menabuh langit pagi hingga bingar. Damai diam di dada. Apa kau mengerti pagi, kekasih. Pagi yg senantiasa kembali, membuat segalanya hadir dalam jubah waktu yg benar-benar baru? Kau dan pagi memasuki kepalaku, melalui pintu-pintu yang ketukannya tak pernah kudengar. kamu adalah selarik sinar di pagi, hangat namun tak dekat; ada, tapi tak bisa didekap Ada yang tak dikabarkan pagi kepadamu daun gugur di depan dermaga tua, dan rinduku padamu yang kian renta.. Nyanyian satwa-satwa pagi masih mengalun lembut, irama eufoni berdendang di melodi paling riang di indra dengarku. Mata pisau yang tajam ini bersedih, saat hendak kusayat bayangmu. Ada yang berkecamuk di dahan-dahan pagi; burung-burung genit menyambut mentari; eufoni paling seni. Padamu adakah yang lebih menyentuh kepedihanku, selain rindu yang mengembun dari pagi ke pagi. NEW UPDATE pagi terlalu rahasia. adzan jatuh di daun telinga. aku mendoakanmu pada sakral subuh yang dingin. di sebuah padang aku mendirikan kemah untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang menuju rimbun rimbamu. ketika muram napasku murka entah hanya dengan seulas senyummu, ia tergoda bahagia hingga tiada sadar melucuti duka. Setiap pagi rindu bermain dengan sepi, lirih-lirih dingin menanti, berselimut nyeri di dada kiri. Seperti pagi, kau datang kembali. Meski kini tak untuk kucintai. Ingatlah, aku selalu memulai pagi dengan niat mencintai kamu. Puisi adalah embun yang terjatuh dari hatiku, meneteskan rindu di dadamu, membutir bening di sudut mataku. setiap pagi, aku ingin melengkungkan senyummu, dan bersyukur pada fajar dan seisi jantung yang berdebar. dari sunyi yang jauh, pagi rekah dan tumbuh, sebagai pilar-pilar cahaya yang kita pahat sebagai doa paling bahagia. Yang benderang di pagi buta ini adalah senyummu; yang berpijaran menyambutku membuka mata pagi. Selamat pagi, Sahabat. Sambutlah matapagi, cinta Tuhan paling puisi =. Kupeluk pagiku bersama wangi napas rinduku, kusebut namamu di setiap doaku. Kekasih, kaubuat hatiku terjatuh. Desir kesiup menyibak surai, cantiknya laik bidadari kayangan, meski hanya sebatas angan. Dalam naungan udara subuh, kitalah sepasang doa. Saling berbagi cahaya, saling damba Di pungkur malam sebelum subuh kau menelponku. Berbincang tentang pagi, teramat sunyi bila sendiri. bila matahari tak kunjung terjaga, aku masihlah pagi yang mencintaimu sejak pertama kaubuka mata jendela. Semoga hari ini kau berkabar kebaikan dalam puisi
pagi yg indah puisi